Rabu, 28 Desember 2011

SAHABAT


Sahabat
Telah kau daki
Gunung kemerdekaan
Menuju sinar harapan
Kehidupan masa depan
Menuju kebahagian

Sahabat
Relung waktu telah lalu
Rindu hati ingin bertemu
Walau surya telah berlalu
Dirimu masih ku tunggu
Dalam paruh waktuku

Sahabat
Aku memuja seraya berdoa
Kesehatan dan keberkahan
Tetap menyertaimu
Bersama KuasaNya
Kau akan bahagia

Sahabat
Ketika hati ini bergeming
Gema Adzan berkumandang
Dikaulah yang membimbing
Ke Surau kecil desa
Bersujud kepadaNya
Hingga raga ini tenang

Sahabat
Sukma melemah
Jiwa berserah
Tak tahu arah
Terhentilah darah

Sahabat
Telah berujung riang
Gaung cinta persaudaraan
Telah kau tebarkan
Mengisi celah darah
Terpendam lubuk dalam

Sahabat
Lukisan kata tepat
Hembusan angin bertempat
Riasan duniawi bersifat
Dalam kota terpadat
Semoga masih sempat
Citra ini terdapat

*TERTANDA...

Selasa, 27 Desember 2011

untuk calon imamku

hei calon imamku...
aku tak akan mengira-ngira siapa dirimu


aku yakin, kau pasti ada dan memang tercipta untukku
aku yakin, Allah akan mempertemukan kita
di suatu masa yang tepat, dan
menyempurnakan ibadah dengan satu ikatan suci
calon imamku
aku pasti akan sangat cemburu dan bersedih,
jika kau tengah menjalin hubungan dengan orang lain saat ini.
aku tak mau kau masih memikirkannya saat kita telah bersama
calon imamku

aku hanya terus berlatih menjadi wanita yang kau impikan
menjadi istri yang berbakti padamu
aku tak ingin menghianatimu dengan menjalin hubungan dengan yang lain selain denganmu
calon imamku
bersabarlah menunggu dengan berbuat kebaikan
tanamlah bibit-bibit keikhlasan yang akan kita tuai bersama nanti

calon imamku
jangan mencintai orang lain, jika aku yang menjadi tulang rusukmu
calon imamku

ingatlah Allah selalu di hatimu
tetaplah berdoa agar jalan kita dimudahkan 
cintai DIA karena secara tak langsung, aku akan ada dihatimu

Rabu, 21 Desember 2011

DIA

Tuhan
Bisakah dia merasakan yang aku rasakan
Disaat aku tak ingin dia pergi
Tuhan
Bisakah tak Kau jauhkan dia dariku
Aku ingin menemaninya hingga raga ini tak bernyawa
Hingga tangan kecil ini merapuh dan tak kuat lagi
Hingga jiwa ini menua
Hingga diri ini tak sanggup lagi
Tuhan
Biarkan dia selalu membuatku tersenyum
Biarkan dia selalu membawa kedamaian dalam hati ini
Biarkan dia mamberikan kasihnya pada diri ini
Andaikan waktu dapat kuhentikan
Andaikan hujan bisa kuredamkan
Tuhan
Aku menyayanginya

Senin, 19 Desember 2011

BELAJAR TERSENYUM SAAT MEREKA MENANGIS 
BELAJAR KUAT SAAT MEREKA LEMAH
BELAJAR TEGAR SAAT YANG LAIN RAPUH
saat kamu ada ditengah jembatan layang yang panjang,
kamu temui batu besar yang kuat yang harus kau pecahkan untuk sampai di ujung sana.
dengan resiko jembatan akan jatuh dan kau mungkin akan tenggelam.
mana yang akan kau pilih ???
tetap meruntuhkan batu itu dengan resiko kau jatuh atau kau kembali ke tempat semula dan tak akan pernah menjumpai ujung jembatan.







Sabtu, 17 Desember 2011

haha :D
missing !!

Aku memang bukan manusia sempurna
Mungkin aku hanya seoramg pemimpi kecil yang berharap banyak
Berharap semua dapat terwujud
Tanpa melihat bagaimana diriku
Tanpa menyadari apa langkahku
Sering kali aku menginginkan pergi dari sini
Dari kehidupan yang seolah membelengguku dalam balik tembok kecil
Tapi aku melihat kenyataan yang jauh dari kemungkinan
Mimipi-mimpi yang kubangun
Mengapa perlahan tak terlihat
Rasanya itu semua terlalu jauh dari penglihatan mataku
Aku harus bagaimana
Sampai kapan diriku terkekang dalam situasi yang tak kuinginkan
Namun sampai kapanpun aku akan terus memandang mimpi itu
Mimpi-mimpi yang sangat kuinginkan
Akan kulangkahkan kaki meski sangat berat
Akan kuraih itu semua hingga tembok kecil itu tersenyum akan keberhasilanku
Sampai aku menyadari bahwa itu semua tak lagi menjadi mimpi
Hanya aku dan Allah yang tau
Apa dan bagaimana keinginanku
Aku hanya berharap yang terbaik
Kehidupan yang memberiku sejuta makna indah
Kotak impian yang akan terbuka seiring aku berjalan

Jumat, 16 Desember 2011

saat dunia tengah tak bisa dimengerti, mereka yang selalu datang menghampiri, menggandeng tangan ini dan berbisik KAU TAK SENDIRI, ADA AKU DISINI !! 
ya, merekalah para sahabat. :)

Selasa, 13 Desember 2011

Puisi Untuk Sahabat-Sahabatku Posted by aakbetmen ⋅ March 16, 2010 ⋅ Leave a Comment Bagai bintang dan segala kebebasan di angkasa Bagai cerita tentang rasa surga Kita bersama Aneka warna hiasi alur algoritma kehidupan Terik dan sejuk adalah biasa Kalianlah sahabat-sahabatku, penyejuk bagi jiwa Senantiasa mendengar saat kumengeluh, padahal kalianpun sedang berada dalam peluh Senantiasa membelai saat kukecewa, padahal kalianpun tengah ada dalam gelisah Kalianlah sahabat-sahabatku, hadiah indah dari surga Penuntun saat terbuta Payung saat hujan dan terik Penerang saat berjalan dalam lorong gelap Penunjuk saat tersesat Penegur saat terlena Pendengar setia saat bercerita tentang segala Pengangkat saat terpuruk Ku… Kalianlah sahabat-sahabatku, keajaiban yang sempurna Menjadi mata air Menjadi buku diary Menjadi motivator Menjadi boneka Menjadi guru Menjadi saudara Menjadi mata-mata Ku… Kalianlah sahabat-sahabatku, keindahan dalam hidup Warna-warna agung sang pelukis yang dicoretkan dalam lembar hidupku Komposisi lagu gubahan sang penyanyi yang mengisi semua relung di ragaku Untaian kata terangkai sang penyair yang menyejukkan rasa panas hatiku Pernah kita sama-sama tak sejalan Dan untuk sesaat aku menjadi begitu membencimu Lalu dengan segera, segala menjadi lebih sempurna Dan kita tetap bersama Entah apa jadinya hidupku tanda canda tawa kalian Takkan ada nada lagu bagi ragaku Entah apa jadinya hidupku tanpa celotek riang kalian Takkan ada penyejuk untuk jiwaku Sahabat, kuyakini inilah takdir Tuhan yang telah mempertemukan dan mengenalkan aku pada kalian Menghujamkan di hati-hati kita rasa saling sayang Dalam banyak waktu yang telah kulewati bersama kalian Dalam banyak kisah yang telah kualami bersama kalian Dalam banyak khayalan yang tercipta bersama kalian Dan mimpi-mimpi yang terinspirasi dari kalian Sungguh kutelah mendapat banyak hal Ah, sahabat-sahabatku… Tak selamanya hidup ini indah, kita tahu itu Terkadang ada yang datang, dan ada yang pergi Terkadang hidup begitu membahagiakan, terkadang juga begitu menyakitkan Terkadang aku menjauh dari kalian Terkadang kalian menjauh dariku Tapi itulah hidup, kawan… Dan begitulah kehidupan Dunia kadang sangat bersahabat Tak jarang pula kehidupan menjadi begitu pelik Begitu pula dengan persahabatan Persahabatan kita… Aku telah mencoba untuk selalu tampil sempurna Menjadi sahabat sesungguhnya bagi kalian Namun harus ku akui, tak jarang kutemui kegagalan Hingga aku menjadi begitu menakutkan Aku telah mencoba untuk selalu tersenyum, membahagiakan kalian Namun aku menyadari kesalahan Tak jarang aku menjadi begitu angkuh dan egois Menyakitkan hati kalian Sesosok manusia dalam wujud aku Yang tengah mencari lokasi kedewasaan Terkadang begitu terpuruk dan menyudutkan kalian Kekurangdewasaanku, dan segala keterbatasan di diriku Kebodohanku, dan segala kekhilafanku Seringkali menjadi jalan buntu persahabatan Namun, lagi-lagi anugerah Tuhan begitu indah Kalian kembali tampil sebagai jembatan kebahagiaan Penuntun ke arah kedewasaan Menyadarkanku dari segala khilaf Dan kembali membuatku tersenyum menatap diri sendiri Ah, kalianlah sahabat-sahabatku, jembatan cinta hidup ini Dan kini, saat ini, satu bagian dari episode hidup telah ku lalui Kulalui bersama kalian Satu jalan baru terbentang di depan Jalan yang semakin penuh dengan halang rintang dengan satu titik terang Mungkin kita akan bercerai-berai Entah bagaimana kelak hidupku tanpa kalian Namun, aku ingin pastikan, jika kalianlah sahabat-sahabat terbaik yang pernah ku miliki Entah bagaimana ku harus berucap terimakasih Membalas segala yang telah kita lalui bersama Membalas segala keindahan hidup Yang kuraih hari ini adalah berasal dari cinta kalian Yang kupeluk hari ini adalah berasal dari semangat kalian Yang kurengkuh hari ini adalah berasal dari senyum hangat kalian Dan semangatku hari ini adalah berasal dari tawa membahagiakan dari kalian Sahabat-sahabatku, Mungkin mentari kita berbeda Jalan tertujupun tak sama Arti keindahan pada diri-diri kita pun tidak serupa Dan untuk saat nanti yang tak pernah kita pikirkan Mari jalani saja apa yang ada Tak usah pedulikan segala Mari jadikan kisah kita kenangan terindah di saat tua Dan untuk masa depan yang tak pernah mampu kita ramalkan Dengan segala pertanyaan tentang masa-masa yang telah kita lalui Lihat saja segalanya dengan hati, dan pastikan segalanya akan menjadi indah Jika tak ada kenangan indah yang mampu kuberikan untuk masa depan Ambillah sebait puisi ini, selipkan dalam hatimu, sirami dengan nyanyian Tuhan Sempatkanlah untuk memimpikan aku saat kau tidur Selayaknya aku yang selalu memohon untuk dapat melihatmu dalam mimpi Dan jawablah segala pertanyaan tentang masa depan dengan doa Kirimkan doa dan akan ku dengarkan dengan hati Terimakasih sahabatku, Terimakasih atas segala

Puisi Untuk Sahabat-Sahabatku

Bagai bintang dan segala kebebasan di angkasa
Bagai cerita tentang rasa surga
Kita bersama
Aneka warna hiasi alur algoritma kehidupan
Terik dan sejuk adalah biasa
Kalianlah sahabat-sahabatku, penyejuk bagi jiwa
Senantiasa mendengar saat kumengeluh, padahal kalianpun sedang berada dalam peluh
Senantiasa membelai saat kukecewa, padahal kalianpun tengah ada dalam gelisah
Kalianlah sahabat-sahabatku, hadiah indah dari surga
Penuntun saat terbuta
Payung saat hujan dan terik
Penerang saat berjalan dalam lorong gelap
Penunjuk saat tersesat
Penegur saat terlena
Pendengar setia saat bercerita tentang segala
Pengangkat saat terpuruk
Ku…
Kalianlah sahabat-sahabatku, keajaiban yang sempurna
Menjadi mata air
Menjadi buku diary
Menjadi motivator
Menjadi boneka
Menjadi guru
Menjadi saudara
Menjadi mata-mata
Ku…
Kalianlah sahabat-sahabatku, keindahan dalam hidup
Warna-warna agung sang pelukis yang dicoretkan dalam lembar hidupku
Komposisi lagu gubahan sang penyanyi yang mengisi semua relung di ragaku
Untaian kata terangkai sang penyair yang menyejukkan rasa panas hatiku
Pernah kita sama-sama tak sejalan
Dan untuk sesaat aku menjadi begitu membencimu
Lalu dengan segera, segala menjadi lebih sempurna
Dan kita tetap bersama
Entah apa jadinya hidupku tanda canda tawa kalian
Takkan ada nada lagu bagi ragaku
Entah apa jadinya hidupku tanpa celotek riang kalian
Takkan ada penyejuk untuk jiwaku
Sahabat, kuyakini inilah takdir
Tuhan yang telah mempertemukan dan mengenalkan aku pada kalian
Menghujamkan di hati-hati kita rasa saling sayang
Dalam banyak waktu yang telah kulewati bersama kalian
Dalam banyak kisah yang telah kualami bersama kalian
Dalam banyak khayalan yang tercipta bersama kalian
Dan mimpi-mimpi yang terinspirasi dari kalian
Sungguh kutelah mendapat banyak hal
Ah, sahabat-sahabatku…
Tak selamanya hidup ini indah, kita tahu itu
Terkadang ada yang datang, dan ada yang pergi
Terkadang hidup begitu membahagiakan, terkadang juga begitu menyakitkan
Terkadang aku menjauh dari kalian
Terkadang kalian menjauh dariku
Tapi itulah hidup, kawan…
Dan begitulah kehidupan
Dunia kadang sangat bersahabat
Tak jarang pula kehidupan menjadi begitu pelik
Begitu pula dengan persahabatan
Persahabatan kita…
Aku telah mencoba untuk selalu tampil sempurna
Menjadi sahabat sesungguhnya bagi kalian
Namun harus ku akui, tak jarang kutemui kegagalan
Hingga aku menjadi begitu menakutkan
Aku telah mencoba untuk selalu tersenyum, membahagiakan kalian
Namun aku menyadari kesalahan
Tak jarang aku menjadi begitu angkuh dan egois
Menyakitkan hati kalian
Sesosok manusia dalam wujud aku
Yang tengah mencari lokasi kedewasaan
Terkadang begitu terpuruk dan menyudutkan kalian
Kekurangdewasaanku, dan segala keterbatasan di diriku
Kebodohanku, dan segala kekhilafanku
Seringkali menjadi jalan buntu persahabatan
Namun, lagi-lagi anugerah Tuhan begitu indah
Kalian kembali tampil sebagai jembatan kebahagiaan
Penuntun ke arah kedewasaan
Menyadarkanku dari segala khilaf
Dan kembali membuatku tersenyum menatap diri sendiri
Ah, kalianlah sahabat-sahabatku, jembatan cinta hidup ini
Dan kini, saat ini, satu bagian dari episode hidup telah ku lalui
Kulalui bersama kalian
Satu jalan baru terbentang di depan
Jalan yang semakin penuh dengan halang rintang dengan satu titik terang
Mungkin kita akan bercerai-berai
Entah bagaimana kelak hidupku tanpa kalian
Namun, aku ingin pastikan, jika kalianlah sahabat-sahabat terbaik yang pernah ku miliki
Entah bagaimana ku harus berucap terimakasih
Membalas segala yang telah kita lalui bersama
Membalas segala keindahan hidup
Yang kuraih hari ini adalah berasal dari cinta kalian
Yang kupeluk hari ini adalah berasal dari semangat kalian
Yang kurengkuh hari ini adalah berasal dari senyum hangat kalian
Dan semangatku hari ini adalah berasal dari tawa membahagiakan dari kalian
Sahabat-sahabatku,
Mungkin mentari kita berbeda
Jalan tertujupun tak sama
Arti keindahan pada diri-diri kita pun tidak serupa
Dan untuk saat nanti yang tak pernah kita pikirkan
Mari jalani saja apa yang ada
Tak usah pedulikan segala
Mari jadikan kisah kita kenangan terindah di saat tua
Dan untuk masa depan yang tak pernah mampu kita ramalkan
Dengan segala pertanyaan tentang masa-masa yang telah kita lalui
Lihat saja segalanya dengan hati, dan pastikan segalanya akan menjadi indah
Jika tak ada kenangan indah yang mampu kuberikan untuk masa depan
Ambillah sebait puisi ini, selipkan dalam hatimu, sirami dengan nyanyian Tuhan
Sempatkanlah untuk memimpikan aku saat kau tidur
Selayaknya aku yang selalu memohon untuk dapat melihatmu dalam mimpi
Dan jawablah segala pertanyaan tentang masa depan dengan doa
Kirimkan doa dan akan ku dengarkan dengan hati
Terimakasih sahabatku,
Terimakasih atas segala

Sabtu, 10 Desember 2011

Ingatkah kawan
Kita pernah mengumpulkan mimpi
Mimpi-mimpi indah yang tertanam dalam suburnya tanah
Dan berharap akan tumbuh menjadi nyata
Ingatkah kawan
Kita pernah berkeluh dengan hidup yang membosankan
Kita pernah bercaci akan segores kesalahan
Tapi ingatkah kawan
Kita juga pernah duduk dalam kursi sang raja
Menikmati sajian yang tak terbatas
Ini hidup penuh makna
Ini hidup penuh cerita
Tapi itu hanyalah hidup
Seperti kapas bertebaran yang terkikis dalam perapian
Seperti debu yang hilang dalam lautan luas
Kita berjanji
Untuk setia menunggu lorong impian itu terbuka
Jangan pernah pergi kawan
Jangan pernah lari kawan
Kita akan selalu bersama
Sampai langit biru itu runtuh
Sampai bumi ini remuk berkeping
Sampai nafas ini terhenti
Sampai nadi ini terambil
Sampai semua mati
Whatever you want, it's probably going to happen, it all depends with you
with my best friends forever

me..


:)

Bunda
Wanitaku yang sangat kupuja
Wanitaku yang tangguh
Yang rela terasakiti
Yang rela terluka
Demi sesosok aku
Yang selalu membuat senyumku kembali terurai
Yang selalu memberikan kedamaian bagai disurga
Mendengarkan yang belum kukatakan
Merasakan yang belum aku ungkapkan
Bunda
Wanitaku yang sangat kucinta
Wanitaku yang berharga
Yang menginginkanku bahagia
Yang menginginkanku tertawa
Yang selalu membuatku bangga
Cinta tulus yang tak pernah kuminta
Kasih indah yang selalu kupunya
Bunda
Wanita yang selalu memaafkan tanpa ku berkata
Wanita yang selalu tersenyum kala ku gundah
Yang setia menemani saat kesepianku merajalela
Yang mengerti saat sendiri menyelimuti
Yang selalu menjelaskan saat aku tak mengerti
Yang tak pernah lelah mengajari hidup yang banyak arti
Saat semua sedih
Saat semua galau
Saat semua lelah
Saat semua lemah
Bunda
Hanya bunda
Yang terbaik
Yang kucinta
Yang selalu ada
Dalam apapun perasaan yang bergeming
Akan tetap selalu dihati
Akan selalu terjaga
Dalam hati                   
Dalam jiwa