mimpi itu
yang ku bilang mimpi buruk itu,
menyapaku lagi untuk kedua kalinya
sangat membekas dan nyata terasa
tak sanggup ku tahan air mata
bahkan saat ku katakan ini
pada sosokmu
air mataku pun membasahi tanganmu
aku takut
aku hanya takut !
kau merangkulku
menenangkanku dan mengusap air mataku
meyakinkan diriku
bahwa itu hanyalah mimpi yang akan hilang terlupakan
dan meyakinkan diriku bahwa mimpi itu tak akan pernah terjadi
di sepanjang kehidupanku
maafkan aku
menangis didepanmu
terima kasih
telah hadir di setiap mimpi burukku
mampukah kau menemaniku
melewati mimpi buruk lain yang mungkin menungguku.
sampai kapan kau sanggup bertahan ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar